cerpen
KECANTIKAN WANITA MEMAKAI JILBAB
Angin berhembus pelan menggerakan daun-daun di pucuk2
pohon. suasana sangat sejuk. Nampak sebuah bangunan megah di sana, SMA Negeri 1
Simeulue Timur.
Siang semakin panas, anak-anak sekolah terlihat keluar
kelas untuk beristirahat siang. Akupun melangkakan kakiku menuju kantin
sekolah. Tapi aku terkejut melihat seorang anak gadis di tengah lapangan
basket.
“Hey aku cantikkan..”teriak gadis itu mengganggu suasana damai di
siang hari. Tapi tak seorang pun mau mendengarnya.
“ya Allah” aku memegang tangan gadis itu dan membawanya pergi.
“dina.. jangan tarik-tarik begini…” teriaknya.
“ani, kamu tu uda gila ya? Kenapa kenapa kamu teriak-teriak. Tanyaku
“dina..aku pingin punya pacar..” jawabnya
“iya..aku tau, tapi bakan begini caranya”
“lha, terus gimana?”
“ya…sabar, aku pikir dulu”
“tapi cepet..!!! kalo mikirnya lama, sama juga boong”
“iya…bawel banget sih.. abis pulang sekolah aku tunggu kamu di
taman”. Dia hanya senyum dan menganggukkan kepalanya.
Aku gelang-geleng kepala, temanku yang satu nih benar-benar tomboy,
enggak punya malu. Namanya anisa.kulitnya putih, rambutnya hitam tergerai.
Penampilannya sangat mencolok, wajahnya mengingatkan ku pada artis Hollywood.
Wajahnya bukan anak miskin, keluarganya bercekupan. Tapi kenapa..? tak
seorangpun cowok di sekolah ini mau menjadi pacarnya. Jangankan si ferdi, yang
ganteng dan juga jago basket…si udin pun yang wajahnya di bawah standar out tak
mau pacaran dengan anisa.
“ah..gak tau kenapa…? Banyak Tanya di dalam hatiku tentang anisa.”
Burung-burung berkicau di atas pohon, melakukan siulan yang indah.
Matahari tak bersinar begitu panas, sehingga aku benar-benar nyaman duduk di
taman ini. Apalagi angin bertiup sejuk. Tapi hatiku sebel...sudah lebih
setengah jam aku menunggu anisa. Tapi kenapa belum kelihatan juga batang
hidungnya. Kemana tu anak? Anak itu kalau janjian memang suka bohong..
“lha..”kalau datang bakal tak ku marahin.
“sebel banget..” hatiku.
Tiba-tiba aku dengar suara mendekat.”itu pasti dia.awas..ya..!” aku
menoleh…memang benar dia.kulihat wajahnya biasa, tampa merasa bersalah.
“halo dina…maaf ya..!!”terlambat, tadi jalannya macet” dengar
kata-kata rayuan yang gak bermutu..!
“ughh..jalanya mecet ya? Kenapa gak bilang kalau kamu tu suka bohong
kalau janjian…” aku marah, coba kutahan. “iya. Maaf cepettan” katanya maukasi
cara untuk buat dapat cowok”, “aduh, anak ini.. benar-benar gak punya perasaan,
datang-datang lansung nodong batinku.
“iya, makanya aku ngajak kamu kesini tu ya untuk bantu kamu”
“cepat!!katakan caranya…ngak usah pakai basa-basi.
Katakana!bagaimana caranya dina?” uda gak sabar.
Tunggu donk…! Aku ngambil bungkusan yang ku bawa tadi dari rumah, ku
buka dan kuberikan pada ani’.
“inikan jilbab…? Mang cari cowok pakai jilbab?” tanyanya gak
percaya.
“Mukamu tu genit banget, kalau pakek jilbab kan seperti wanita. Kamu
gak tau sih…yang di cari cowok sekarang tu yang cewek muslim.”
“coba kamu pakai dulu! Biar aku liat wajahmu”. Dengan ragu-ragu akhirnya
dia memakainya juga. “gimana,cantik gak?”. Aku takjub. “subhanallah... kamu
cantik banget anisa’, wajahmu mirip zaskiaa dya mecca”rayuku.anisa hanya
tersenyum
“tapi sudah lama kamu pakai jilbab kamu gak punya pacar dina...”.aku
terdiam sesaat. Aku tau dia pasti tanyakan itu. Aduh pertanyaan yang sulit ku
jawab. Ku kumpulkan keberanianku, kuatur kata-kataku, semoga kamu nggak marah
anisa..aku gak berniat menyakiti hatimu. Ya allah..aku berniat dakwa.
“ehmm... ya, karena dalam islam pacaran itu haram” ucapku dengan
tegas. Mendengar kata-kataku, anisa, merunduk, tiba-tiba dari sudut matanya air
matanya pun jatuh membasahi pipinya yang putih.
“anisa, bukan aku melarang kamu pacaran, tapi mang karena Allah itu
sayang ma kita...” kataku
“Terimakasih dina... kenapa sih kamu selalu perhatian sama aku?”
”kau adalah sahabatku anisa, aku sayang sama kamu”. Aku tak bisa
menahan tangisanku.anisa menangis sambil memelukku.
“sungguh... dari dulu aku bingung dengan jati diriku. Aku bingung
mencari identitasku... hari ini kamu telah menyadarkanku. Aku akan
mendengrkanmu dina” ucapnya yakin tampa keraguan sedikitpun.
Aku bahagia, seribu bunga telah kucium wanginya. Bibirku tak
berhenti mengucap sukur... Alhamdulillah... ya allah kau tunjukan hidayahmu di
hatinya...”kami berpelukan dalam tangisan kebahagiaan.
“yauda...kamu pulang dulu, nantik kita lanjutin di sekolah”.kataku.
Bel tanda istirahat berbunyi. Aku berjalan keluar kelas. Aku duduk
di kursi tua depan sekolah. Aku melihat teman-temanku yang asik dengan
kesibukan mereka sendiri. Ada yang sedang berpacaran, ada yang lagi ngobrol,
dan ada juga para cowok yang lagi main basket di lapangan.
Aku teringat anisa, suda tiga minggu ini dia memakai jilbab. Kalau
sore dia sering kemesjid bareng aku buat ikut pengajian. Wah...bener-bener
berubah Sembilan koma Sembilan persen. Aku teringat jilbab yang aku berikan
dulu.
Orang berjilbab itu gayanya bermacam-macam, tidak semuah iklas
menjalankan perintah Allah Swt.. aku teringat teman-teman yang ada di dekat
rumahku. Ada nina yang pakai jilbab cuman buat dia kelihatan cantik saja,biar
jadi perhatian sama cowok. Aku perna lihat dia ciuman di depan umum dengan
pacarnya, meski dia pakai jilbab.”ya Allah.. terus buat apa jilbabnya, kalau
tangannya saja rela di pengang yang bukan muhrimnya. Ada pula temanku yang
pakai jilbab karna ikut-ikuttan sama kawannya. Tapi kepalanya memang memakai
jilbab tapi... masya Allah...celana dan bajunya ketat semua untuk menampakkan
bentuk tubuhnya. Aku juga kasian sama tetangga depan rumah.karna ayahnya seorang
uztad , dia di paksa memakai jilbab, padahal dia tidak mau pakai jilbab.aku
perna Tanya kepadanya mengpa dia tidak mau pakai jilbab? Dia menjawab dengn
tegas, pakai jilbab itu panes banget... terus aku gak mau di bilang cewek sok
alim,sok suci. Hatiku sakit waktu mendengar kata-katanya. Ada lagi yang lebih
para, namanya vina dia sekolah di pasantren, dia memakai jilbab karna peraturan
di pasantren itu,bakan karna kemauannya sendiri.
“hayow...ngelamun, milkirin siapa tu?” Aku terkejut ketika bahuku di
tepuk anisa dari belakang.”kamu ngagetin aku saja...”kataku. kulihat dia dengn
jilbabnya. Dia kelihatan manis...lalu dia duduk di sampingku. “wah,siapni guru
gak masuk lagi, tadi ku dengr guru ada rapat dengn kepala sekolah”. Aku
tersenyum.
“eh dina tau nggak..? tadi si Kelvin nembak aku..”
“wuiih... Kelvin yang tajir itu, yang kalu dia berangkat ke sekolah,
dia naik mobil itu,yang anak pengusaha kaya itu...?” tanyaku.
“iya...memang dia, sekarang Kelvin,kemarin ferdy, kemarin lagi..”
“mang ada berapa orang sih anisa, yang nembak kamu? Tanyaku
penasaran.”aku itung dulu ya..satu..dua...,ada 10 orang termasuk si Doni yang
tampan dan tajir itu.”aku tersenyum melihatnya, begitu serius menghitung dengan
jari tangannya.
“wah...kok bisa ya...?” kulihat wajah anisa, dia terdiam beberapa
saat.”mang ada yang salah dengan jilbabku ya dina”.tanyanya.
“terus kenapa...? banyak cowok yang pengen jadi pacarnya. Padahal
dulu nggak?”
“itu namanya ujian dari Allah, terus sekarang gimana?” pancingku
agar ia mau jujur dengan hatinya.
“ya..seperti katamu, muslim itukan di larang pacaran, ucap anisa”
jadi bener sepuluh-sepuluhnya kamu tolak?”
“ya...iyalah, kan aku pingin masuk surga,... katamu yang islam cuman
KTP-ku doank, entar yang masuk surga KTP-ku he..he..he”. aku ikut tertawa.
Masih ingat juga dia dengan candaanku kemarin.
Aku lalu bangkit dan memegang tangannya,”kalau begitu aku akan
teriak seperti kamu dulu..”ku genggam tangan anisa,ku lihat dia bingung. “lho
gak jadi istiqomah?” Tanya sambil berlari kelapangan basket.
“hy aku cantikkan…………!!!
Hai.... dina...jangan! ingin mencegaku
“tolong perhatikan, aku cantikkan.”smbil melihat anisa, diapun
tersenyum,dan dia ikutin teriak.
Aku senang akhirnya ia dapat memahami maksudku. Aku berhara semua
cewek di sekolah ni mau pakai jilbab dengan niat untuk mensucikan diri dan
menjaga tingkah lakunya…
Comments
Post a Comment